My Most Favorite Emoticon

  • I’m dead emoticon from Onion Club: 074.

    The reason I love this one is the funny feeling when you see this onion scratch his butt

  • Scenic from Plurk extended emoticon set: .

    I laugh sometime, remembering see this cute emoticon when he peek at text

What is your most favorite?

Share

PIN Google Adsense

This is what I’ve been waiting for since last year. I don’t know why my last request doesn’t come to my address, so I have to generate another one. Well, that’s not a problem since I finally got it!

Here’s some pic:

Share

Anak Pembawa Rejeki

Orang jaman dulu bilang kalau “banyak anak itu sama dengan banyak rejeki”. Well, masuk akal juga sih, karena orang dulu kan sebagian besar petani dan pemilik sawah. Kalau sekarang mungkin istilahnya dipersempit sedikit. Jadi, “anak itu pembawa rejeki”, hehehehe. Soalnya kalau banyak anak jadi bingung cari duitnya, walaupun rejeki itu sendiri datangnya dari atas.

Continue reading “Anak Pembawa Rejeki”

Share

Update Wishlist

Sekarang sudah bulan november, sebentar lagi desember, setelah itu tahun baru. Banyak yang berubah sepanjang perjalananku tahun ini. Beberapa harapan tercapai, beberapa masih dalam antrian. Beberapa yang diluar harapan masuk mendahului keinginan-keinginan diawal tahun. Seperti saya yang sekarang kuliah lagi (bukan, bukan melanjutkan ke S2), tapi melanjutkan S1 yang terputus beberapa tahun karena keduluan kerja;)). Lalu, istri yang sekarang sedang memasak calon adik untuk cecil. Trus ada mesin cuci untuk menyambut bulan puasa kemaren sama kulkas 2 pintu khusus menyambut datangnya adik cecil. Soalnya istri masih kerja, jadi mesti ada kulkas untuk menyimpan susu hasil perahan. Beberapa hal ini membuat Wishlist pribadi saya terpaksa harus menyesuaikan.

List dari daftar awal tahun lalu, yang terpenuhi baru HP 3G, untuk kereta bayi diganti dengan sepeda dorong kecil untuk dipakai jalan-jalan pagi sama cecil, entah apa itu istilahnya. Sisanya masih belum tercapai. Nah, ini daftar yang baru, semoga entry nomor satu bisa tercapai diawal tahun depan, amien.

  1. Sepeda Motor Baru
  2. NetBook buat istri
  3. Desktop baru sebagai ganti desktop butut dirumah.
  4. Mulai nyicil untuk punya ruko. Soalnya gak mau jadi kacung terus-terusan.
  5. Sambil nyicil ruko, nyicil juga untuk punya mobil.

Yak, itu saja dulu. Untuk nyicil ruko sepertinya bisa disisipkan sembari menabung untuk list 1-3.

Share

Menghilangkan Kategori Yang Tidak Di Inginkan Dari RSS Feed WordPress

Beberapa minggu ini saya berfikir gimana caranya memberdayakan blog ini. Jadi bukan cuman untuk berkeluh-kesah saja. Tapi juga untuk mendapatkan uang. Yah, minimal untuk bayar biaya server lah. Kalau kalian browsing blog ini tanpa adblock, pasti kalian akan melihat ada iklan adsense dan kumpulblogger. Tapi, saya kurang puas dengan kedua layanan ini. Bukan karena pendapatannya yang kecil, tetapi karena kurang enak dipandang saja. Akhirnya saya mencoba untuk bergabung dengan situs2 paid review.

Beberapa hari belakangan ini saya mendapat tugas untuk mereview. Lumayan 1 review bernilai sekitar $7.5-$10. Tapi belum ada yang saya ambil. Karena saya juga terbentur batasan. Blog ini tidak berdiri sendiri, tetapi ada beberapa agregator yang saya ikuti. Nah, saya tidak ingin aggregator-aggregator yang saya ikuti ini menerima lebih banyak lagi posting-posting tidak bermutu. Sudah cukup mereka saya banjiri dengan curhat-curhat tidak bermutu saya.

Jadi, saya berfikir bagaimana caranya agar aggregator itu tidak menerima content sampah. Tapi saya tetap bisa posting disini. Beruntung, di wordpress ada fasilitas untuk menghilangkan kategori yang tidak di inginkan dari RSS. Jadi, saya tinggal setting posting-posting berbayar itu dengan kategori tertentu yang kemudian saya keluarkan dari RSS. Caranya adalah dengan menggunakan http://example.com/wp-rss2.php?cat=-xx dimana xx adalah id kategori yang ingin di hilangkan. Jadi, mulai sekarang saya bisa ngeblog berbayar tanpa membanjiri agregator yang saya ikuti.

Share

Setahun bersama penguin

Ya, tidak terasa sudah setahun saya hidup bersama penguin. Terhitung sejak akhir tahun 2006 Saya menggunakan full linux tanpa dual-boot dengan windows. Ya, murni linux. Sebenarnya saat itu adalah keputusan yang sangat sulit. Karena basis pendidikan saya saat kuliah adalah windows. Saat semester satu, dikenalkan dengan microsoft office. Semester berikutnya berturut2 Visual Basic 6, Oracle Form, ASP. Well, memang sih ada satu semester yang berhubungan dengan linux, tapi materinya hanya pengenalan perintah2 BASH yang SANGAT tidak menarik dan membosankan. Memangnya untuk apa sih mau baca CD-ROM saja mesti ngetik2 perintah. Kalau di windows kan langsung plug-and-play.

Lantas, kenapa nekat menggunakan linux? Nah, saya ceritakan dulu bagaimana saya berkenalan dengan linux. Jadi, saya bertemu dengan linux sebenarnya secara tidak sengaja. Saat semester satu ada perekrutan anggota UKM. Saya yang saat itu masih tergolong hijau di dunia komputer dan IT (walaupun sudah punya komputer sejak kelas 4 SD) memutuskan untuk bergabung dengan UKM Visual Basic, karena di sylabus, materi2 visual basic lebih banyak dari yang lainnya. Tapi, teman saya Doni meracuni dan mengajak saya bergabung dengan UKM linux. Akhirnya saat itu saya resmi jadi anggota UKM linux.

Di UKM ini kami didik untuk belajar mandiri. Hampir setiap pertanyaan selalu dijawab dengan jawaban standar, silahkan baca manual. Jawaban ini ternyata memacu saya untuk lebih banyak lagi belajar. Saat saya punya komputer sendiri di semester 4, saya menginstall komputer dual-boot dengan SuSE. Saat itu saya juga tertarik untuk belajar bahasa pemrograman PHP dan JAVA yang ternyata didukung oleh pihak UKM dengan disediakannya server dan subdomain khusus untuk belajar dan mendemokan hasil belajar di website kampus. Sejak saat itu saya memperdalam ilmu PHP dan JAVA saya.

Kalau itu tadi pengalaman selama di kampus, pengalaman saya selama di dunia kerja ternyata juga tidak jauh2 dari linux, PHP dan JAVA. Pekerjaan pertama saya membangun Sistem Informasi Akademik berbasis PHP. Di kantor berikutnya, saya bekerja di lingkungan full linux. Komputer kantor semua menggunakan linux, server2 juga dari linux. Solusi2 yang dijual oleh kantor juga menggunakan telnologi open-source. Saat di kantor ini komputer saya di kos rusak. Akhirnya saya beli laptop dan di-install linux dual-boot dengan windows. Karena saya merasa berat meninggalkan windows. Entah mengapa, pokoknya berat saja.

Akhir tahun 2006 saya keluar dari perusahaan karena ada ajakan dari kawan untuk mengerjakan proyek di Jakarta. Sejak saat itulah saya menggunakan linux full tanpa windows. Karena saya merasa tidak lagi membutuhkan windows. Sebab semua pekerjaan saya juga tidak ada yang berhubungan dengan windows. Saya tidak lagi menjadi programmer VB (walau dari awal juga tidak bekerja sebagai programmer VB). Menulis dokumen saya ganti dengan open-office. Saya juga semakin sering mengexplore linux, karena memang hanya linux yang ada :D. Jadi, mau main game, menonton film, edit gambar, dll. Semua menggunakan linux. Kalau saya lagi kangen dengan vb, saya main-main dengan gambas. Jadi, tidak ada masalah dengan linux.

Hayo, bagaimana dengan anda yang masih menggunakan windows? inget, windows lho. Saya gak tanya yang menggunakan Mac ;)).

Share

Gantungan Kunci Eksklusif

Sungguh, cara yang buruk untuk memulai tahun 2008. Bagaimana tidak, tahun baru kok dimulai dengan rusaknya laptop. Ceritanya, kemarin pagi laptop tiba-tiba hang pada saat baru selesai masuk desktop. Ini termasuk hal yang sangat jarang terjadi, karena biasanya yang hang hanya desktopnya, bila terjadi suatu kesalahan. Tinggal CTRL+ALT+F1, login, kemudian kill aplikasi yang bermasalah lalu switch atau start lagi desktop handlernya. Tapi yang terjadi kemarin adalah, laptop benar2 hang. Tidak ada yang bisa dilakukan selain hard restart.

Eh, pas restart laptop langsung nyanyi:

tiiit… tiiit… tiiit…

Sebenernya sih gak seperti itu, soalnya saya sendiri gak hapal :D. PANIK!!! itu yang pertama saya rasakan, soalnya komputer kantor yang biasa ada di meja kerja saya sudah dipindah dan saya juga tidak yakin komputer nganggur yang lain ada JDK-nya. Sebab task minggu ini adalah melakukan modifikasi dan optimisasi beberapa aplikasi java di kantor. Bisa-bisa kerjaan hari ini tertunda sementara selama saya mendownload JDK dan beberapa framework Smpp serta pendukungnya yang totalnya lumayan besar.

Lalu saya telpon Isdah, konsultasi gratis sebentar ;)). Katanya kalau bukan HD yang bad sector, itu bisa disebabkan memori yang rusak / kotor. Saya nekat bongkar sendiri laptop karena garansi juga sudah habis. Lepas-pasang HD tidak berpengaruh. Ya sudah, saya lepas kedua keping memori yang ada, membersihkan slotnya, lalu pasang lagi yang 512. Masuk menu grub, saya pilih memtest. Ternyata tidak ada error pada keping 512 ini. Matikan laptop, ganti dengan yang 256 eh, trouble yang sama terjadi lagi, layar laptop blank tanpa ada proses yang terjadi. Nah, disini saya berkesimpulan kalau memori ini yang bermasalah. Ya sudah, berarti sampai stok memori 512 tersedia laptop saya akan jalan dengan RAM 512 MB saja dan keping memori 256 yang rusak ini pun turun tahta jadi gantungan kunci.

Share