Memperkenalkan Keon di MozKopdarMLG

Hai semua… maaf baru bisa menuliskan report sekarang. Setelah selesai MozKopdar, saya ternyata disibukkan dengan urusan kantor yang lumayan menguras pikiran. Selain itu juga terbentur puasa, lalu lebaran. Oh, karena masih dalam suasana lebaran, saya mau mengucapkan:

Taqabalallahu minna waminkum
Mohon maaf lahir dan bathin

Lanjut…!

Tanggal 5 Juli yang lalu, saya, sebagai MozRep yang pertama di Malang, mengadakan MozKopdar untuk memperkenalkan proyek2 Mozilla yang terbaru dan juga menunjukkan Keon, salah satu developer device Firefox OS, ke masyarakat Malang. Kalau ingin melihat secara lebih lengkap, proses unboxing pernah saya publish di akun Google+.

Selain itu, saya juga sedikit menjelaskan proyek-proyek dan inisiatif Mozilla, salah satunya Popcorn dan Thimble. Juga, saya jelaskan tentang WebFWD, inisiatif Mozilla untuk membantu startup yang berhubungan dengan teknologi HTML5 dan web untuk bisa maju lebih cepat. Penjelasan lebih detail mengenai apa saja Popcorn dan Thimble, serta juga WebFWD akan saya tuliskan di tulisan terpisah.

Berikut beberapa foto suasana MozKopdar yang terekam:





Uploaded with ImageShack.com

Step-By-Step Guide: How To Install Firefox OS Simulator

So, you wanted to kick start Firefox OS development and you don’t know or confused on how to test it? Don’t worry, you heve it covered in this tutorial.

Continue reading “Step-By-Step Guide: How To Install Firefox OS Simulator”

Experience In Developing And Installing Application For Firefox OS

A couple weeks ago, when I was bored in the office due to too many deadline, I procrastinate myself and throw away few good hours on cloning an android game using html + js. You guys can see the result here.

Continue reading “Experience In Developing And Installing Application For Firefox OS”

Seputar Marketplace Dan Firefox OS

Baca-baca tulisan PandoDaily tentang appstores in general dan rencana launching appstore punya Firefox OS, jadi ingat kalau beberapa hari yang lalu dikasih iklan firefox marketplace, sewaktu buka firefox for android. Jadi, Mozilla sekarang punya marketplace yang alamatnya di http://marketplace.firefox.com/.

Tadinya, saya mengira kalau kita install aplikasi, modelnya seperti plugin di dolphin browser. yaitu, dengan mendownload aplikasi lewat play store dan firefox akan mengenali kalau ada plugin baru. Ternyata saya salah :D. Kemarin saya coba-coba install. Jadi, marketplace firefox OS, kalau kita menginstall aplikasi, tidak lagi melalui play store. Tapi, langsung lewat mereka. Kita install, nanti akan ada pop-up menanyakan: yakin, mau install aplikasi ini?

Kalau kita lanjut, aplikasi akan terinstall dan disimpan di home screen. Benar2 seperti aplikasi yang diinstall lewat play store!. I’m amazed!. Kalau dibuka juga, tidak membuka browser firefox beta, tapi langsung jalan seperti aplikasi android pada umumnya. Again, I’m amazed!.

Lalu, bagaimana kalau firefox beta saya uninstall, apakah aplikasi yang sudah diinstall lewat marketplace juga ikut hilang? benar sekali, ternyata semua aplikasi yang diinstall melalui marketplace firefox OS ikut hilang, apabila aplikasi firefox beta dihapus.

Terus, apa inti dari tulisan sepanjang ini? Sebenarnya sih, saya cuma mau bilang kalau marketplace sekarang semakin banyak. Developer perlu pintar2 melihat mana marketplace yang cocok untuk dia dan bakal banyak duitnya. Duit di sini, bukan berarti dari direct selling, bisa jadi juga didapat dari outsource project. Perlu dilihat juga sejauh mana masing2 company di belakang marketplace tersebut berusaha memperbesar pasarnya. Saya sendiri belum menentukan mau fokus di mana, karena masih banyak yang baru yang belum terlihat pasarnya. Wait and see dulu selama 2013 ini.

Acara #OblongUKM Dari BloggerNgalam

Jadi, ceritanya ini posting yang tertunda. Beberapa minggu lalu, tepatnya tanggal 8,9,14,15 Desember 2012, kami dari bloggerngalam mengadakan acara pelatihan penggunaan internet untuk media promosi dan penjualan kepada sekitar 100 UKM di Malang.
Continue reading “Acara #OblongUKM Dari BloggerNgalam”

Perjalanan Hidup Anak Manusia

Orang bilang, takdir itu sulit di tebak. saya dulu pernah kerja di beberapa software house. walau diakui kalau suasana kerja dengan rekan-rekan yang ada, cukup menyenangkan, tapi saya sendiri tidak terlalu nyaman dengan kerja banyak proyek. Kala itu, proyek yang ada adalah proyek web enterprise. Tidak sampai setahun saya bertahan, kemudian resign dan menjalankan kehidupan sebagai freelance. Saat istri saya melahirkan, saya merasa sudah cukup dengan freelance. Sudah saatnya memulai kerja kantoran.

Saat sedang mencari, tiba-tiba kawan saya memberitahukan kalau di kantornya sedang butuh karyawan. Saat itu saya coba mengirim lamaran tanpa mengerti siapa calon employer saya. Bisa dibilang nekat juga, karena lokasinya terhitung baru bagi saya, walau itu merupakan home town bagi istri saya. Saat saya tahu kalau ternyata saya berkerja dengan kapanlagi, sejujurnya, saat itu saya biasa saja :D. Mungkin karena saya pribadi tidak terlalu suka dengan gosip. Bertahun-tahun saya enjoy kerja di sini. walau beban kerja terhitung tinggi, tapi yang dikerjakan bisa dianggap sebagai satu aplikasi besar. Jadi, lingkup kerjaan masih terhitung konstan. Tidak berganti-ganti tergantung proyek. Saya cukup nyaman dengan semua itu.

Kemudian, terjadi restrukturisasi, saya pindah team dan kembali ke suasana kerja seperti software house. mengerjakan banyak proyek dalam satu waktu. Ternyata, diluar dugaan, saya cukup enjoy. kalau dipikir-pikir, sepertinya karena tipe software yang saya kerjakan. Dulu, saya selalu berkutat dengan system dan web. Kali ini, yang saya kerjakan murni di mobile device, baik itu smartphone, tablet, maupun device-device sejuta umat.

Saya tiba-tiba menemukan passion yang selama ini saya cari. ternyata saya cocok dengan mobile development. Sejak saat itu, web development mulai saya tinggalkan. Tidak 100% memang, karena saya masih tetap mengikuti perkembangan yang ada, walau tidak seserius dulu.

Kehidupan berlanjut. setelah 5 tahun bersama kapanlagi, saya merasa sudah saatnya mengembangkan sayap, keluar dari comfort zone. Saya merasa, umur saya masih terlalu muda untuk berlama-lama di suatu tempat. Ternyata, pada saat yang bersamaan, teman saya sesama blogger mengajak bekerja sama untuk mengembangkan suatu mobile development studio. Software house yang fokus pada pengembangan aplikasi-aplikasi mobile.

Maka, sejak september kemarin, saya positif resign dari kapanlagi network. Perusahaan yang sudah mengajarkan saya banyak hal. Baik itu ilmu-ilmu teknis, maupun managerial. Ilmu yang sangat berguna sekali. Sekarang, saya naik level, tidak lagi sebatas memanage team, tapi juga ikut memikirkan bagaimana perusahaan berkembang.

Semoga, jalan yang saya pilih ini adalah jalan yanh terbaik untuk saya dan rekan-rekan, juga keluarga. Semoga saya juga bisa bersumbangsih lebih untuk lingkungan. Untuk masa depan yang lebih. Terlalu muluk? saya rasa tidak. Saya percaya produk yang akan kami buat nanti, akan besar manfaatnya banyak masyarakat.

Cara Menggunakan Custom Font Pada Android

Harus diakui, font bawaan android memang sangat indah dilihat di layar handphone. Hal ini karena font tersebut memang dirancang untuk penggunaan mobile. Namun, ada kalanya saat kita membuat aplikasi, perlu menggunakan suatu font khusus yang spesifik untuk aplikasi tersebut. Bagaimana caranya? Akan saya tunjukkan.

Continue reading “Cara Menggunakan Custom Font Pada Android”