Polemik seputar kontes SEO terbaru

Barusan baca email milis, ternyata kontes SEO yang diadakan baru2 ini menuai masalah. Karena kontes kali ini mengharuskan pesertanya membuka blog baru di wordpress.com. Masalahnya, TOS dari wordpress.com tidak memperbolehkan konten yang bertujuan untuk meningkatkan ranking situs. Sedangkan tujuan dari kontes ini adalah untuk menunjukkan siapa yang paling atas di mesin pencari untuk keyword tertentu. Akhirnya, banyak situs yang di suspend dari wordpress.com. Saya sendiri sih tidak ikutan, tapi menurut saya, panitia lomba harus bisa menangani ini. Bagaimana caranya agar blog para peserta itu bisa kembali aktif. Karena tidak semua situs yang diikutkan lomba adalah situs yang khusus untuk lomba. Sebagian ada yang menggunakan situsnya untuk kegiatan blog secara general.

Share

Money Management with KMyMoney

Sudah 4 bulan sejak saya keluar dari rutinitas kantor (pekerjaan kantor) pada awal Desember 2006. Alasan saya keluar, selain sudah bosan dengan perbandingan yang tidak sesuai antara waktu dan tenaga yang saya berikan dengan imbalan yang saya dapatkan juga karena saya ingin melakukan pekerjaan yang mandiri. Continue reading “Money Management with KMyMoney”

Share

Etika Download

Download merupakan hal yang wajar bagi kita yang terhubung dengan internet. Ketika mencari makalah, lagu, film, update software, dll. Termasuk bagi saya yang senang mencoba-coba software baru. Bagi yang memiliki kapasitas bandwidth besar dan dipakai sendiri, mendownload tidak akan mengganggu siapa-siapa. Tetapi, bila kita melakukannya dari kantor / kampus / fasilitas umum lainnya. Apabila bandwidth yang dimiliki instansi tersebut kecil, maka kegiatan download tadi akan menjadi bencana bagi orang lain, apalagi yang mendownload dengan rakus-nya. Seolah-olah, bandwidth adalah milik saya sendiri. Mungkin mereka akan berdalih bahwa hal ini adalah salah admin, yang tidak memberi pembatasan jumlah bandwidth masing-masing user. Lalu, bagaimana kalau admin sudah memberi batasan? apakah ini bisa jadi jaminan kalau mereka-mereka itu tidak akan merampok bandwidth lagi? Tentu tidak, karena tidak ada yang 100% aman dan bisa diatur seluruhnya didunia ini. Pasti akan ada cara untuk melewati batasan-batasan tadi.

Lalu, bagaimana solusinya? bagi saya, cara yang paling mudah adalah dengan sikap sadar dari para perampok bandwidth tadi. Kalau saya sendiri yang sedang download, maka saya akan mengatur maksimal bandwidth yang akan dipakai. Kalau di kantor, saya akan mengaturnya antara 4-8 kbps. Kalau sedang di kampus, saya akan mengatur antara 5-15 bkps. Karena bandwidth kampus lebih besar. Tapi kalau sedang di client, saya akan mengaturnya selalu dibawah 5 kbps. Wah, jadi ketahuan nih, kalau maniac download :D. Ah, tidak masalah, yang penting sopan dan tidak mengganggu orang lain. Sedangkan cara kedua akan membutuhkan sikap proaktif dari admin. Apabila ada penggunaan bandwidth yang mencurigakan dari suatu IP atau MAC address. Maka admin bisa mematikan akses internet user tersebut selama beberapa menit (5-15 menit) tergantung kebijakan. Bila hal ini terus berlanjut dari IP atau MAC address tersebut, mungkin admin bisa meningkatkan hukuman jadi 1-2 jam. Demikian seterusnya.

Lantas, bagaimana caranya melakukan pembatasan bandwidth tersebut? Hal ini tergantung dari aplikasi apa yang anda pakai untuk mendownload? Kalau saya, biasa menggunakan Flashget di windows, sedangkan kalau sedang di linux, tentu saja pakai wget. Dengan flashget, untuk membatasi bandwidth lakukan langkah-langkah berikut ini.

  1. buka menu Tools>>Speed limit mode>>Manual
  2. Selanjutnya, akan muncul slider di sisi kanan bawah jendela flashget anda. Dari situ silahkan di slide ke maksimum bandwidth yang anda inginkan
  3. Proses selesai, silahkan tunggu proses download anda dengan mengerjakan pekerjaan yang lain. Sebab, pembatasan bandwidth ini akan berlangsung secara otomatis begitu anda menggeser slider.

Sedangkan untuk wget, silahkan anda baca manualnya, karena saya sedang tidak di linux dan malas googling. Dengan menggunakan kedua aplikasi ini dan melakukan pembatasan bandwidth, saya tidak pernah mendapati user lain mendapat masalah saat browsing, ketika saya sedang mendownload. Jadi, download lancar browsing juga lancar.

Share

CGI Proxy dan Blokade website

Suatu saat anda mungkin menemukan masalah soal blokade ke website tertentu. Banyak alasan suatu institusi menutup akses ke suatu website. Semisal alamat yang dituju mengurangi efektifitas karyawannya dalam bekerja. Atau website tersebut memiliki konten yang terlarang (website tentang bajak-membajak, xxx, atau website lain-nya). Namun, blokade yang dilakukan terkadang salah sasaran. Sebagai contoh, banyak sekali pengunjung yang masuk ke sini mengeluh soal blokade pada meebo. Web messenger yang mendukung banyak protokol. Pada pembuat kebijakan biasanya berdalih, akses ke situ mengurangi produktifitas kerja, karena membuat karyawan akan chating terus. Padalah berkomunikasi adalah hal yang sangat mendasar dari kehidupan sosial manusia.

Hal ini sebenarnya masih bisa di lalui. Dengan menggunakan fasilitas cgi proxy yang banyak tersebar di internet. Cgi proxy bekerja dengan cara mentransfer data / website yang kita inginkan melalui dirinya. Sehingga proxy / firewall akan menganggap halaman yang dituju adalah halaman yang diperbolehkan. Cgi proxy juga berguna bila proxy server di tempat anda sering mengalami gangguan, sehingga seringkali gagal mendapatkan data dns, yang menyebabkan browser menganggap alamat internet yang dituju tidak tersedia. Oh iya, ada lagi 1 feature dari cgi proxy yang paling banyak digunakan orang, yaitu sebagai anonymizer.

Tetapi, anda jangan berharap untuk mendapatkan alamat cgi proxy yang sering saya gunakan. Karena saya khawatir akan di blok oleh admin di tempat saya, yang mana itu sangat saya hindari. So, silahkan googling sendiri.

Share

Polisi Ada apa denganmu?

Secara psikologi, sebenarnya saya termasuk tipe orang yang melihat seseorang itu sebagai orang yang baik. Pokoknya selalu berbaik sangka. Walaupun ada yang berbuat jelek, selama orang tersebut tidak melakukannya didepan mata Tetap akan dilihat sebagai orang baik. Oleh karena itu saya selalu merasa tidak enak kalau melakukan kesalahan kepada seseorang, siapapun itu. Selalu ada yang mengganjal dihati. Continue reading “Polisi Ada apa denganmu?”

Share

Tanggapan Untuk tulisan Shifera

Dikarenakan proses komentar pada blog shifera menggunakan sistem moderasi penuh, yang mana sampai hari ini komentar saya belum juga di approve, maka saya pindahkan saja komentar terhadap postingnya di sini. Saya hanya ingin menanggapi pada paragraf dibawah ini.

Dari saran yang telah masuk, jumlah kertas merah lebih banyak dibanding kertas kuning. Itu berarti, mahasiswa yang puas terhadap pelayanan, dan fasilitas STIKOM.. malas mengisi form tersebut, dan mungkin juga.. mahasiswa yang puas terhadap STIKOM tau dan yakin bahwa STIKOM akan banyak mendapat pujian dibanding kritikan, jadi mereka memutuskan tidak mengisi form bewarna kuning yang AAK sediakan.

Tanggapan saya adalah, bagaimana kalau kita (saya) menggunakan logika yang sebaliknya dari anda, bahwa kenyataannya performa bagian pelayanan STIKOM masih sangat buruk? Seharusnya hasil masukan yang ada itu digunakan sebagai cambuk agar STIKOM bisa lebih maju lagi, agar STIKOM bisa lebih berbenah dalam hal pelayanan kepada mahasiswanya. Bukannya malah mencari pembenaran dari hasil kotak saran yang ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kalau begini pola pikirnya, kapan STIKOM bisa maju?!

Kekecewaan hanya pantas ditujukan untuk orang-orang atau oknum tertentu. Harapan STIKOM adalah, jangan sampai kekecewaan itu menghancurkan kecintaan pada STIKOM. Namun, tetaplah memberi masukan agar Lembaga/ STIKOM mengerti akan keadaan yang terjadi, dan pada akhirnya adalah perbaikan.

Saya setuju dengan kalimat ini. Memang yang menyebabkan kekecewaan mahasiswa adalah perilaku oknum² karyawan. Kalau anda bertanya apakah saya cinta STIKOM? Ya, Saya cinta STIKOM!!! Saya cinta almamater saya. Kalau saya tidak cinta, untuk apa saya menulis posting ini. Buang² waktu saja.

Share

Pengalaman di Ruang Sidang

Kemarin, senin(27/07/06) aku ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk mengurus surat tilang, karena lupa menyalakan lampu. Belum sampai di depan gerbang masuk, aku sudah dicegat oleh para calo persidangan. Aku tidak menghiraukan mereka, lalu langsung masuk ke tempat parkir, untuk kemudian menuju loket tilang (yang hanya berjarak 5 – 10 langkah). Lagi-lagi aku didatangi calo yang sekali lagi-lagi aku abaikan. Diloket itu aku tunjukkan berkas tilang yang aku terima, lalu orang di loket itu mengatakan untuk menuju ruang sidang disisi tengah gedung utama untuk disidang jam 9. Aku masuk untuk kemudian diterima oleh petugas yang berjaga di pintu masuk. Oleh petugas aku ditanya surat tilangku, aku berikan, kemudian dia berkata, �Mas, silahkan tunggu dulu, nanti akan diproses dan selesai sekitar jam 11?. DEG!!!, dalam hati aku mulai ragu, kok beda waktunya bisa terpaut 2 jam antara loket depan dan petugas ini. Karena curiga aku bertanya �Lho, tadi didepan katanya jam 9?�, kemudian dijawab sambil menunjuk nomor tilang punyaku (18792271) �Iya, tapi nomor urut sampeyan besar�. DUENG!!! dalam hati aku mikir, gila juga ini orang. Di depan pintu masuk ditulis besar-besar �JANGAN MENGURUS SURAT TILANG ANDA MELALUI CALO� (atau seperti itulah tulisannya, maklum ga� terlalu ingat). Tetapi aku hampir jadi korban calo dari orang dalam pengadilan sendiri. Akhirnya aku ambil lagi surat tilang dari dia dan langsung masuk ke gedung utama.

Menunggu sidang buka jam 9, ternyata tidak terasa terlalu lama, karena aku habiskan dengan keliling gedung pengadilan, meilhat-lihat fasilitas yang ada. Jam setengah 9 ruang sidang dibuka, lalu jam 9 lebih 10 menit sidang dimulai. Petugas kemudian membacakan peraturan yang hanya terdengar sekilas :

  • Peserta sidang akan dipanggil per 100 orang urut berdasarkan 3 digit terakhir dari surat tilang-nya
  • Peserta yang mewakilkan sidang harus membawa surat kuasa.

Karena aku nomor urut 271, berarti akan maju di pemanggilan ke-3.

Ketika tiba giliranku, aku menyerahkan surat tilang, kemudian dipanggil. Hakim bertanya apa kesalahannya, kemudian aku jawab �Lupa menyalakan lampu pak!�, �Oh, ya sudah denda Rp 20.000,- ya�, �Iya, terima kasih pak�, aku maju mengambil surat tilang yang sudah ditandai selesai sidang untuk dibawa ke loket yang pertama kali aku datangi tadi, untuk membayar denda dan mengambil SIM yang ditahan. Sampai loket aku menyerahkan surat tilang tadi, kemudian menunggu sebentar sampai dipanggil kembali. Saat dipanggil aku bayar Rp 20.000,- ditambah denda Rp 500,-, SIM aku dikembalikan dan urusan selesai. Kulihat jam ternyata belum jam 9:45. Tunggu dulu, jadi prosesnya cuman sekitar 30 menit??? Sialan itu tukang calo, ngapain coba ikut calo yang katanya bisa habis sekitar 40 – 50 ribuan dan baru selesai jam 11 kalau proses sendiri bisa selesai sebentar dan biaya yang lebih murah!!!.

Share

Perilaku pengendara motor dari sudut pandang saya

Maaf sebelumnya, karena isi posting kali ini akan menggunakan aan sepenuhnya. Tulisan ini saya buat sebagai akumulasi kekesalan saya terhadap sesama pengguna sepeda-motor. Sesama pengguna jalan, saya cukup kesal kepada mereka, sebab hampir di setiap jalan yang saya lalui, hampir pasti saya menemui pengguna sepeda motor yang ugal²an, main salip kiri-kanan, tanpa memperhatikan keselamatan pengguna yang lain, terjang lampu kuning (biasanya sih, saat lampu merah juga masih tetap di hajar). Seolah, jalan itu adalah jalan mereka.

Kadang saya berfikir, mungkin ini karena mereka mendapatkan SIM tanpa melalui ujian (saya juga begitu sih :p), atau memang tidak memiliki sim? Selain itu, tingkat kesabaran mereka juga saat kecil. Apabila sedang macet, atau ada kendaraan berhenti didepannya (tanpa mencari tahu ada apa sebenarnya), langsung polusi suara berupa klakson yang saling bersahut²an memenuhi udara. Kalau yang ini sih, biasanya mobil juga ikut²an. Dan, ini yang paling aku benci!!! Apa susahnya sih, menunggu sebentar?

Segini aja deh, unek²ku. Bagaimana, dengan anda? Atau anda termasuk mengendara motor seperti yang saya sebutnya diatas?

Share