SOL

Saya tidak sedang membahas Saint Of Relic (btw, gimana tuh progressnya? Kok sepertinya stagnant?) tidak juga tentang sol sepatu. Yang ingin saya ulas, adalah SOL dalam istilah email, yang merupakan singkatan dari: Sorry, One Liner.

Ada apa dengan SOL? Well, seingat saya, awalnya menggunakan SOL, karena dulu (duluuuuuuuuu banget) benwit itu mahal. Jadi, usahakan untuk tidak membuang2 benwit untuk email yang tidak penting. Sehingga, sering kali digunakan SOL untuk menambahkan/sebagai permisi kalau isi email memang pendek.

Masalahnya, benwit sekarang ini, tidak lagi seperti 15 tahun yang lalu. Memang, masih tidak bisa disamakan dengan benwit di kantor google. But, still, koneksi sekarang sudah cukup bagus. Makanya, saya sedikit merasa aneh, kalau masih tetap banyak menggunakan SOL. Kalau pesannya memang hanya satu baris, ya sudah, wes ben, jar no, so be it. Kenapa juga harus minta maaf?

Just my 2 cents.

Author: Arief Bayu Purwanto

Hello, my name is Arief Bayu Purwanto, a 24 years old father of a beautiful daughter. Interested in online programming, linux, games, and reading. Currently working on kapanlagi.com as junior developer. I live in a relatively quite and cool place called Malang. I'm available for some freelance stuff as well as some consulting job. You can see my portofolio for some previous task I've finished and some other information related to my capability. Btw, I'm plurking here.

  • Bagas

    Masalahnya bukan benwit. Tapi masalah waktu.

    contoh: Saat ikut milis dan terdapat satu tret yang menarik/ramai dan kita memonitornya, saat ada reply, kita pasti antusias membukanya untuk mengetahui apa isi reply-annya. Dan terkadang kita kecewa kalau isinya cuma “thanks” :D

    • Oh, kalau untuk alasan thanks, masih bisa disalahkan. Tapi, bagaimana kalau SOL ini untuk sesuati, misal:

      email A: Apa bisa blablabla dibuat seperti blablabla? SOL
      email B: Bisa pak SOL

      Keduanya memang hanya perlu 1 baris, lalu kenapa juga mesti nambahin SOL? This kind of thing that annoys me.