Diff tool di Linux Dengan Meld
Sudah setahun lebih saya menggunakan linux dan sudah selama itu juga saya pakai diff tool KDiff3. Puas pakai ini? oh tentu. Saya merasa cukup puas pakai ini walau ada sedikit kekurangannya. Yaitu, modif script langsung di kdiff3, tanpa membuka editor. Kantor tempat saya kerja tidak memiliki subversion dan tidak juga ingin/akan menginstall subversion dengan alasan yang saya sendiri tidak terlalu mengerti. Tapi, script di kantor yang mengerjakan orang banyak. Jadi, kadang ada satu script yang di kerjakan 2 orang, kadang lebih. Sehingga saya harus tahu dong, bagian mana yang dia modif agar kerjaan saya di script tersebut tidak tumpang-tindih.
Nah, saya kenal meld itu belum lama, paling baru 1 bulan terakhir. Kenalnya juga karena di-Mak Comblang-i kawan. Ceritanya, dia baru pindah ke linux (eh, bener kan baru pindah ke linux?) trus cari-cari diff tool. Saya kasih kdiff3, tapi katanya cari yang gak terlalu bergantung dengan qt. Wah, saya gak tahu, jadi dia cari sendiri terus ketemu meld dan memberitahu saya. Awalnya saya sedikit skeptis, karena tanggal update terakhir sudah hampir setahun yang lalu (2007-06-09). Tapi, saya coba saja deh install, toh kalau tidak suka tinggal sudo apt-get remove meld
). Eh... ternyata setelah sekali coba langsung jatuh hati. Sebab, meld mendukung modif langsung di window-nya. Jadi, kerjaan menggabungkan script modif teman dengan script local saya bisa lebih cepat. Selebihnya? menurut saya sih sama saja, karena sama-sama mendukung diff 3 file yang berbeda dan juga mampu melakukan diff directory. Kecuali satu, meld sudah memiliki subversion browser.
Btw, posting yang sudah bertengger lama di daftar draft ini sekalian menjawab pertanyaan saudara Vavai di blognya tentang penggunaan kdiff3 atau diff tool lainnya.
10 Most Popular Search Terms
-
http://nasiguri.web.id/ nasgur
-
http://nasiguri.web.id nasgur
-
http://bayu.freelancer.web.id/ ariefbayu
-
http://ferdianto.com/ ferdhie
-
http://ferdianto.com ferdhie
-
http://bayu.freelancer.web.id/ ariefbayu








