Batu Yang Mendidih
Posting kali ini berisi spoiler Avatar episode 14 & 15. Kalau anda tidak suka, silahkan tutup browser anda (atau tab-nya saja deh, kalau pake tabbed browser)
Sudah berbulan-bulan menunggu episode baru ini muncul. Setiap sabtu selalu menunggu link download muncul di mininova. Sampai akhirnya saya nyerah, hanya sekali-sekali saja kalau ingat. Bahkan episode 14 kali ini secara tidak sengaja saya dapatkan. Karena ada yang memberikan file direct download di milis ID-Anime, langsung saya semangat download (di kantor
).
Episode ini dimulai dengan adegan api unggun dimana anggota geng sedang berkumpul santai dan Zuko mencoba membuat teh dengan resep pamannya. Lalu Sokka menyingkir untuk merencanakan acara "memancing" bersama Zuko. Esoknya, sementara mereka pergi, Zuko memberi "PR" ke Aang. Cerita berlanjut di danau air yang mendidih dimana mereka akan memancing selama 2 episode. Lama banget ya, mau tahu lebih lanjut? silahkan download atau nonton online. Atau pakai cara Id-Anime, download via USB
.
nonton lagi ah, ngilangin kangen
. Soalnya episode berikutnya baru keluar sekitar bulan juli. Lama banget ya
.
Idiots in Space
Idiots in space ada adalah serial komik dari CAD comic. Draft posting kali ini sebenarnya sudah saya delete. Karena pada halaman 12 Ethan mati, jadi saya berasumsi kalau ceritanya sudah selesai. Eh, ternyata hari ini di google reader muncul lagi lanjutannya, halaman 13.
Komik ini bermula saat Ethan sang tokoh utama terbang ke angkasa bersama smart pilot-bot bernama Zeke yang lupa membeli asuransi. Konflik mulai dilihatkan saat Zeke menerima panggilan darurat dari pesawat yang ternyata berada dekat sekali sehingga dengan loncat saja Ethan sampai ke pesawat tersebut. Didalam pesawat tersebut Ethan menemukan sebuah artifak yang ternyata adalah milik Krant, pemimpin tertinggi armada perang dari bangsa Flog. Dari sini, intrik mulai meningkat. Yang berakhir sedih dengan kematian Ethan di halaman 12. Tapi, ternyata cerita tidak berakhir disitu. Mau tahu lanjutannya? silahkan baca sendiri di website CAD comic
.
BTW, Yang membuat saya menulis posting tentang seri Idiots in Space bukan karena gambarnya, tapi alur ceritanya yang bergantung pada vote pembaca. Di beberapa halaman, aksi Ethan ditentukan oleh vote dari pembaca. Misal saat menerima panggilan darurat, pembaca diberi pilihan apakah langsung menuju ke pesawat yang sedang bermasalah tersebut atau ke pesawat dia tersebih dahulu untuk mendengar isi panggilan darurat. Sehingga menambah unsur penasaran, apakah vote saya diterima (karena banyak yang mem-vote sama dan jumlahnya lebih besar dari vote opsi yang lain) dan kalaupun diterima, bagaimana lanjutannya karena tetap saja keputusan akhir cerita berada di tangan Tim Buckley, sang author.
Have Phun With Physics
Phun adalah suatu aplikasi emulasi fisik 2D. Aplikasi ini adalah hasil thesis dari Emil Ernerfeldt. Phun sendiri bisa dijadikan sebagai aplikasi-iseng-pembunuh-waktu, pokoknya untuk have fun-lah
. Di Phun ini kita bisa membuat simulasi mesin, simulasi catapult launcher, main-main dengan penghancur dinding. Pokoknya macam-macam rupa fisika deh. Kalau butuh inspirasi, ada banyak video tentang phun di youtube.
Diff tool di Linux Dengan Meld
Sudah setahun lebih saya menggunakan linux dan sudah selama itu juga saya pakai diff tool KDiff3. Puas pakai ini? oh tentu. Saya merasa cukup puas pakai ini walau ada sedikit kekurangannya. Yaitu, modif script langsung di kdiff3, tanpa membuka editor. Kantor tempat saya kerja tidak memiliki subversion dan tidak juga ingin/akan menginstall subversion dengan alasan yang saya sendiri tidak terlalu mengerti. Tapi, script di kantor yang mengerjakan orang banyak. Jadi, kadang ada satu script yang di kerjakan 2 orang, kadang lebih. Sehingga saya harus tahu dong, bagian mana yang dia modif agar kerjaan saya di script tersebut tidak tumpang-tindih.
Nah, saya kenal meld itu belum lama, paling baru 1 bulan terakhir. Kenalnya juga karena di-Mak Comblang-i kawan. Ceritanya, dia baru pindah ke linux (eh, bener kan baru pindah ke linux?) trus cari-cari diff tool. Saya kasih kdiff3, tapi katanya cari yang gak terlalu bergantung dengan qt. Wah, saya gak tahu, jadi dia cari sendiri terus ketemu meld dan memberitahu saya. Awalnya saya sedikit skeptis, karena tanggal update terakhir sudah hampir setahun yang lalu (2007-06-09). Tapi, saya coba saja deh install, toh kalau tidak suka tinggal sudo apt-get remove meld
. Eh... ternyata setelah sekali coba langsung jatuh hati. Sebab, meld mendukung modif langsung di window-nya. Jadi, kerjaan menggabungkan script modif teman dengan script local saya bisa lebih cepat. Selebihnya? menurut saya sih sama saja, karena sama-sama mendukung diff 3 file yang berbeda dan juga mampu melakukan diff directory. Kecuali satu, meld sudah memiliki subversion browser.
Btw, posting yang sudah bertengger lama di daftar draft ini sekalian menjawab pertanyaan saudara Vavai di blognya tentang penggunaan kdiff3 atau diff tool lainnya.
Optimasi Penggunaan Amarok Dengan Global Shortcut
Saya sering sekali dalam menentukan lagu untuk masuk playlist tanpa memperhatikan suka atau tidak dengan lagu tersebut. Jadi hajar saja masukkan semua lagu di suatu direktori. Akhirnya, kadang muncul lagu-lagu yang tidak saya senangi. Kalau tidak sedang repot sih tidak apa-apa. Yang jadi masalah kalau sedang konsentrasi ke coding tiba-tiba harus buka window amarok lalu tekan Next Track, ini jelas mengganggu. Beruntung amarok, yang jadi music player default saya, memiliki feature global shortcut. Dengan feature ini, saya hanya perlu men-define shortcut untuk beberapa common-task. Caranya:
- buka
amarok - lalu menuju menu
Settings » Configure Global Shortcut - silahkan isi dari daftar yang tersedia shortcut-shortcut yang ingin dibuat global shortcutnya
Sedikit tips dari saya, karena kita di linux dan tombol Win tidak digunakan, silahkan pakai itu sebagai bagian dari kombinasi. Sebagai contoh, global shortcut milik saya:
- Play/Pause »
Win+Down - Stop »
Win+Up - Next Track »
Win+Right - Previous Track »
Win+Left - Increase Volume »
Win+PageUp - Decrease Volume »
Win+PageDown
Feature ini juga berguna ketika tiba-tiba ingin menghentikan music atau mem-pause sementara karena entah itu dipanggil bos, diajak bicara rekan, atau apalah. Tinggal pencet Win+Down tanpa harus membuka window amarok terlebih dahulu.
mengambil audio dari flv dengan avidemux
Adik istri saya suka sekali mendownload video2 lagu dari youtube. Beberapa ada yang disenangi oleh istri saya. Tapi dia hanya ingin mendengarkan lagu itu saja dengan amarok tanpa melihat video-nya. Kenapa amarok? Karena ada plugin liriknya. Secara, dia senang sekali karaoke.
Lalu, gimana caranya?
- Pertama, install dulu avidemux :
sudo apt-get install avidemux - Buka
avidemuxlalu buka file flv yang dimaksud - Pilih audio codec ke MP3 (LAME) atau codec yang diinginkan
- Sekarang pilih menu
Audio » Save... - pilih directory untuk menyimpan, lalu save.
Sekarang sudah dapat audio dari file flv.






