Freelancer's Playground! New knowledges every now and then

11Sep/062

Tanggapan Untuk tulisan Shifera

Dikarenakan proses komentar pada blog shifera menggunakan sistem moderasi penuh, yang mana sampai hari ini komentar saya belum juga di approve, maka saya pindahkan saja komentar terhadap postingnya di sini. Saya hanya ingin menanggapi pada paragraf dibawah ini.

Dari saran yang telah masuk, jumlah kertas merah lebih banyak dibanding kertas kuning. Itu berarti, mahasiswa yang puas terhadap pelayanan, dan fasilitas STIKOM.. malas mengisi form tersebut, dan mungkin juga.. mahasiswa yang puas terhadap STIKOM tau dan yakin bahwa STIKOM akan banyak mendapat pujian dibanding kritikan, jadi mereka memutuskan tidak mengisi form bewarna kuning yang AAK sediakan.

Tanggapan saya adalah, bagaimana kalau kita (saya) menggunakan logika yang sebaliknya dari anda, bahwa kenyataannya performa bagian pelayanan STIKOM masih sangat buruk? Seharusnya hasil masukan yang ada itu digunakan sebagai cambuk agar STIKOM bisa lebih maju lagi, agar STIKOM bisa lebih berbenah dalam hal pelayanan kepada mahasiswanya. Bukannya malah mencari pembenaran dari hasil kotak saran yang ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kalau begini pola pikirnya, kapan STIKOM bisa maju?!

Kekecewaan hanya pantas ditujukan untuk orang-orang atau oknum tertentu. Harapan STIKOM adalah, jangan sampai kekecewaan itu menghancurkan kecintaan pada STIKOM. Namun, tetaplah memberi masukan agar Lembaga/ STIKOM mengerti akan keadaan yang terjadi, dan pada akhirnya adalah perbaikan.

Saya setuju dengan kalimat ini. Memang yang menyebabkan kekecewaan mahasiswa adalah perilaku oknum² karyawan. Kalau anda bertanya apakah saya cinta STIKOM? Ya, Saya cinta STIKOM!!! Saya cinta almamater saya. Kalau saya tidak cinta, untuk apa saya menulis posting ini. Buang² waktu saja.