Freelancer's Playground! New knowledges every now and then

12May/069

Perilaku pengendara motor dari sudut pandang saya

Maaf sebelumnya, karena isi posting kali ini akan menggunakan aan sepenuhnya. Tulisan ini saya buat sebagai akumulasi kekesalan saya terhadap sesama pengguna sepeda-motor. Sesama pengguna jalan, saya cukup kesal kepada mereka, sebab hampir di setiap jalan yang saya lalui, hampir pasti saya menemui pengguna sepeda motor yang ugal²an, main salip kiri-kanan, tanpa memperhatikan keselamatan pengguna yang lain, terjang lampu kuning (biasanya sih, saat lampu merah juga masih tetap di hajar). Seolah, jalan itu adalah jalan mereka.

Kadang saya berfikir, mungkin ini karena mereka mendapatkan SIM tanpa melalui ujian (saya juga begitu sih :p), atau memang tidak memiliki sim? Selain itu, tingkat kesabaran mereka juga saat kecil. Apabila sedang macet, atau ada kendaraan berhenti didepannya (tanpa mencari tahu ada apa sebenarnya), langsung polusi suara berupa klakson yang saling bersahut²an memenuhi udara. Kalau yang ini sih, biasanya mobil juga ikut²an. Dan, ini yang paling aku benci!!! Apa susahnya sih, menunggu sebentar?

Segini aja deh, unek²ku. Bagaimana, dengan anda? Atau anda termasuk mengendara motor seperti yang saya sebutnya diatas?

  • mangli

    yang pasti..bersama karismaku aku gak ugal-2an..klo kebut 100 km/jam iya..hehe

  • Mimin

    Bikers di situs ku gak suka ugal-ugalan.
    Tapi kalo masalah max speed, apa boleh buat pak, wong kita dah beli kok.

    Seharusnya pemerintah membatasi CC motor max 50, dan Mobil max 1000 kali ya pak…

  • Jay

    Di Indonesia itu orang menyetir dengan konsep ‘keahlian’, bukan ‘ketertiban’.

  • Erdwin

    Ingat-ingatlah pesan pak polisi tentang “Hukum Jalanan” …
    “Menyalip atau Disalip” :D

    Kalau marah karena berhenti mendadak itu wajar, di Surabaya banyak lubang dan “roller coaster” sih :) )

  • v n u z

    Kadang saat kita pelan-pelan dan berhati-hati malah di cemo’oh, “Bisa naik motor apa gag sih??!!”

  • Arief Bayu Purwanto

    #3 : ahahahha, setuju jay.
    #4 : kalo masalah menyalip atau disalip sih ga’ masalah buatku. Yang masalah itu, kalo nyalipnya asal²-an, udah tau jalan sempit, masih maksa nyalip dari kiri pula!.
    #5 : persenel expiriense? huehehe. Kalo gitu ya mesti lebih hati² lagi dong nuz. Inget, kalo udah dijalan itu bawaannya panas aja terus, jadi kalo kamunya ikutan panas, bisa kacau.

  • doni

    Jadi inget kalau gue ugal-ugalan nabrak polisi, akhirnya setelah itu gue nggak berani ugal-ugalan lagi. Trauma berat plus psikis.
    Btw, gelap banget men themenya.

  • bn

    Emang parah-parah.. saya kalau lagi ya kalem juga bawaannya, tapi pernah juga sih gak kalem ya tapi tetap aja bawaannya kalem.. :) )

    Mungkin karena tingkat disiplin yang rendah juga makanya pada ugal-ugalan. Andaikan mereka (saya juga) bisa sedikit lebih berdisiplin berlalu lintas, rasanya perjalanan tidak akan terasa “ribet”. Tapi ya.. sudahlah… hehehe…

  • http://indopedia.gunadarma.ac.id/ willy

    ya menurut saya juga demikian,walaupun saya sendiri jg pengendara motor. pengendara motor sering sekali melakukan tindakan yang berbahaya di jalan raya.saya sering melihat org yang sedang menggunakan ponsel pada saat di jalan.